All rights reserved.
Kunjungan Dirjen Sejarah dan Purbakala DEPBUDPAR
meninjau pemugaran Situs Budha di desa Kalibukbuk
Pada hari Selasa, 11 Nopember 2008 desa Kalibukbuk sempat dikunjungi oleh Bapak Hari Untoro Dradjat,
Dirjen Sejarah dan Purbakala DEPBUDPAR. Beliau datang seputar pukul 12 siang, dimana masyarakat desa
Kalibukbuk banyak yang tidak mengetahui kedatangan Bapak Dirjen karena sedang berada di tempat kerja
masing-masing. Memang kehadiran belaiu adalah khusus meninjau proses pemugaran Candi Budha
peninggalan sejarah abad ke IX di areal Situs Kalibukbuk. Kalibukbuk adalah kawasan wisata yang dikenal
juga dengan nama Kawasan Lovina, 9 km di sebelah Barat kota Singaraja.
Pemugaran sedang giat dilaksanakan karena di targetkan selesai tahun 2008 ini yang diawasi
pelaksaannya oleh Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala yang dikerjakan sejak pertengahan tahun
2004.
Bapak Dirjen Hari Untoro Dradjat sedang berbincang dengan kepala
Balai P3 Bapak Made Suantra dan pihak pelaksana. Dibelakangnya
adalah bangunan induk Candi yang berbentuk oktogonal atau segi
delapan. Candi sejenis ini dengan bentuk segi delapan dan mempunyai
ruangan / kamar hanya sedikit jumlah yang ditemukan. Candi induk
diapit oleh dua candi perwara.
Candi dengan susunan seperti ini agak unik, seprti yang ditemukan di
Kalibukbuk ini. Kemungkinan pulau Bali ini masih menyimpan harta
karun berupa peninggalan sejarah yang sewaktu-waktu bisa
diktemukan atau muncul secara alam.
Bapak Dirjen secara umum menjelaskan agar riwayat penemuan
sebaiknya ditulis berupa buku. Kalau ada foto-fotonya alangkah
bagusnya. Ini untuk kepentingan pengetahuan masyarakat. Kemudian
agar dibukukan juga pemugaran ini.
Bapak Dirjen sempat bertemu dengan A A Ngurah Sentanu. Dengan
antusias Bapak Hari mendengarkan riwayat ditemukannya situs
peninggalan sejarah di Kalibukbuk ini yang dipaparkan oleh Ngurah
Sentanu.
Bapak Hari Untoro Dradjat tidak saja memperhatikan proses
pemugaran candi itu sendiri sebagai tugas pokok, tetapi juga sangat
perhatian kepada keberadaan lingkungannya.
Beliau menyempatkan diri meninjau beberapa lokasi dan keberadaan
Pura dilingkungan situs dan memperhatikan rencana-rencana
masyarakat lokal dalam pengembangan budaya dengan segala potensi
yang ada baik rencana bidang pembangunan fisik maupun spiritual.
AANS 12 November 2008