|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
mm
|
|
|
|
 |
|
|
|
Krama Desa Kayuputih ngaturang ayah-ayah gotong royong.
|
|
|
|
|
|
MEMBANGUN PURA KAWITAN LELUHUR MAJAPAHIT
|
|
|
|
Prakata. Atas asung wara nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa, di halaman ini dapat kami sampaikan bahwa benda pusaka berasal dari Kerajaan Majapahit abad ke 13 berbentuk dua buah arca yang berbentuk pasangan Pratima Ganesha-Budha perlambang Ida Bhatara Ciwa-Budha telah ada di Buleleng sejak tahun 2005. Perjalanan benda pusaka tersebut yang berasal dari Pura Ibu Majapahit, Trowulan, sampai di Buleleng melalui proses sekala niskala. Sekarang pratima Ganesha-Budha tersebut distanakan di Puri Ayodya di desa Kalibukbuk.
Bermula dari ditemukannya reruntuhan bangunan Candi / Pura Siwa-Budha, peninggalan sejarah abad ke 10 di Kalibukbuk yang kemudian disusul dengan hadirnya pusaka jaman kerajaan Majapahit berbentuk Pratima Ganesa-Budha. Pemunculan bentuk-bentuk benda nyata (sekala /material), peninggalan sejarah seperti bangunan Candi /Pura Siwa Budha dan Pratima Ganesha_Budha menurut berbagai sumber, baik dari kalangan ilmuwan sejarah / agama dan para sulinggih, bahwa benda-benda tersebut merupakan juga praciri munculnya bentuk-bentuk yang transcendent (niskala /spiritual).
Membangun Pura "Kawitan Leluhur Majapahit" Berkenaan dengan itu, di kalangan masyarakat telah muncul suatu kesadaran dan pemahaman sebagai prabhawa Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang disebut dalam filsafat Trikona: Sttiti - Utpetti - Pralina. Ditanggapi sebagai "sampun sangkaning pituduh Ida Batara"; masyarakat menyambutnya dengan gerakan dan tindakan nyata.
Awal Pembangunan. Dari komunitas para bhakti muncul suatu niat suci untuk ngadegang prahyangan yang dinamakan ,,Pura Kawitan Leluhur Majapahit". Pemunculan yang satu terkait dengan lainnya, walau beda jaman, beda bentuk, namun sama maknanya, yaitu pemunculan kembali pemahan Siwa_Budha, merupakan dwi tunggal "Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangruwa". Proses pembangunan Pura diawali pada hari Sukra Umanis tanggal 21 Agustus 2009 dengan melaksanakan upacara ,,nyukat karang". Kemudian puda hari Rabu Kliwon Gumbreg, tanggal 09 September 2009 dilaksanakan upacara ,,ngeruak"; dilanjutka dengan ,,mendem batu dasar pelinggih"; yang berasal dari Pura Majapahit Trowulan.
Proses Pembangunan. Proses pembangunan pelinggih-pelinggih pokok di Uttama Mandala diperkirakan sudah dalam tahap penyelesaian dalam bulan Juni -Juli 2011. Tahapan berikutnya adalah tetambak / tembok dan pemedal agung, bentuk Paduraksa.
Partisipasi masyarakat dan umat sedharma. Kami menyadari tugas ini cukup berat, maka karena itu kepada seluruh umat sedharma di mana pun berada diharapkan untuk ikut berpartisipasi sebagai wujud bhakti kepada Batara Leluhur Majapahit. Bentuk partisipasi dan dana punia sesuai dengan keikhlasan dan kemampuan masing-masing untuk terwujudnya Pura Kawitan Leluhur Majapahit. Demikian atas perhatian dan partisipasi Bapak / Ibu / Sdr. umat sedharma, kami ucapkan terima kasih semoga lda Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Bhatara Ciwa Budha menerima yadnya-yasa-kerti kita semua dengan memohon Asung Kertha Wara Nugraha-Nya.
Om Shanti, Sahanti, Shanti, Om.
|
|
|
Silahkan kirim saran, komentar atau pertanyaan anda
|
Panitia Pembangunan Pura Kawitan Majapahit Buleleng
|
|