PRATIMA SHIWA BUDHA
LELUHUR "MAJAPAHIT"
DI KALIBUKBUK
BULELENG
PRATIMA "SHIWA BUDHA" JAMAN KERAJAAN MAJAPAHIT
TELAH BERPINDAH DARI TROWULAN KE DESA KALIBUKBUK BULELENG
SEKARANG DISTANAKAN DI PURI "AYODIA" kALIBUKBUK

Sepasang "Pratima"  berbentuk arca Ganesha dan arca Budha
warisan leluhur kerajaan Majapahit sejak tahun 2005 telah
berada di Buleleng - Bali setelah dipindahkan dari Trowulan-
Kabupaten Mojokerto - Jawa Timur. Menurut Hyang Suryo
Wilotikto, yang sekarang telah mendirikan Pura Ibu Majapahit
di desa Ungasan- Jimbaran, mendapat "petunjuk" leluhur
Majapahit, bahwa Pratima Ganesha Budha atau Shiwa Budha
tersebut agar dibuatkan prahyangan di Buleleng. Di Buleleng
pernah mengalami beberapa kali pindah tempat, yang pada
akhirnya Pratima tersebut kembali ke tangan Hyang Suryo di
Pura Ibu Majapahit, Ungasan- Jimbaran
Hyang Suryo Wilotikto, pada tanggal 18 Maret 2008 di Pura Ibu
Majapahit - Ungasan, langsung "menugaskan" Bapak A.A.
Ngurah Sentanu agar hari itu juga Pratima Shiwa Budha
"dipundut" kembali ke Buleleng, sesuai dengan perintah
leluhur. A.A.Ngurah Sentanu yang baru pertama kali bertemu
dengan Hyang Suryo merasa gelagapan. Selanjutnya, Hyang
Suryo menjelaskan agar nantinya dibuatkan pura atau
kahyangan. Karena Pratima tersebut adalah warisan leluhur
Majapahit yang patut disakralkan dan diupacarai sebagaimana
layaknya. Agar dibangun "Pura Agung Kawitan Leluhur
Majapahit" dan disungsung oleh masyarakat.
Sejak hari Anggara Kliwon Tambir, Selasa 18 Maret 2008
Pratima Siwa Budha tersebut disungsung di Kalibukbuk,
distanakan di Pur Ayodya - Kalibukbuk - Buleleng.

Pada hari Sabtu, tanggal 19 April 2008 bertepatan hari
Prawani Purnama dilaksanakan upacara Pamelaspas Gedong
Simpen dan upacara pasupati pratima.  Disampingnya
dibuatkan linggih Batara Shiwa Budha. Semua itu  berada di
dalam sebuah pendopo yang telah disucikan.
Situasi di Ungasan menerima
Pratima Ciwa Budha untuk di
bawa ke Kalibukbuk
Pukul 18.30 sampai di Puri
Ayodia dengan upara banten
pemendak.
Berbincang dengan masyarakat
sampai larut malam
Semenjak itu Puri Ayodia terbuka untuk para pemedek yang  
ngaturang bakti, baik secara pribadi maupun bersama
keluarga atau rombongan.
Nama:
Email:
Alamat rumah:
Komentar:
Upacara Pamelaspas
Upacara Persembahyangan
bersama 19 April 2008
KIRIM MASUKAN ATAU SARAN
You need Java to see this applet.