INDEX
HALAMAN - 1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10
TULIS KESAN ANDA
Pada tahun 1904 I Gusti Ketut Jelantik, Punggawa Kota Singaraja mendapat tugas
kehormatan naik keatas kapal Belanda di pelabuhan Buleleng. Beliau menerima kunjungan
seorang anggota parlemen Belanda H.H. van Kol yang datang khusus meninjau pulau Bali
sekaligus sebagai turis pertama.
Seorang  berdarah Persia-Armenia
bernama Jacob Minas yang
mula-mulanya sebagai pengusaha
bioskop keliling mulai membuka
Travel Agen bersama Andre
Roosevelt, seorang petualang dari
negara Amerika Serikat.
AWAL PARIWISATA BULELENG
Hendrikus Hubertus van Kol (1852 – 1925)

Seorang anggota parlemen Belanda yang menentang cara-cara
kolonialisme pemerintahnya sendiri. Dengan usaha sendiri
datang ke Bali melalui Pelabuhan Buleleng, sengaja untuk
secara langsung menyaksikan perlawanan rakyat Bali dalam
perang puputan Badung- Tabanan- Klungkung.
Beliau banyak menulis tentang Bali dan Indonesia, antara lain: Driemaal dwars door
Sumatra en zwerftochten door Bali (1914)
(Tiga kali melintas Sumatra dan petualangan
di Bali (1914).
Dengan beredarnya buku yang berisi informasi cukup detail perihal alam dan budaya Bali,
catatan perjalanan Meneer H.H. van Kol, membuat para pelancong mulai mengenal Bali
yang kemudian menapakkan kakinya melalui pelabuhan Buleleng.  
Bangunan kantor “Koninklijke Pakketvaart Maatschappij” mulai membawa pelancong
secara beruntun. Usaha Transportasi bermotor mulai menyebar turis di Bali.
Seorang  berdarah Persia-Armenia bernama Jacob Minas yang mula-mulanya
sebagai pengusaha bioskop keliling mulai membuka Travel Agen bersama Andre
Roosevelt, seorang petualang dari negara Amerika Serikat.
Pelabuhan Buleleng dengan fasilitas dermaga memasok turis untuk Pulau Bali