MENGENANG ANAK AGUNG PANJI TISNA
|



Anak Agung Nyoman Panji Tisna adalah keturunan ke 11 sebagaimana tertera dalam dinasti
silsilah Dinasti Buleleng. Beliau lahir pada tanggal 11 Februari 1908. Riwayat hidup beliau
sudah banyak direkam dalam pelbagai media, karena beliau merupakan tokoh yang boleh
dibilang unik. Dalam biography yang beliau tulis sendiri dapat kita baca pada halaman
terakhir buku "I Made Widiadi" (kembali kepada Tuhan) yang ditulis secara lugas apa
adanya, sepertinya sebuah pengakuan yang jujur. Tentunya agar masyarakat tahu dengan
tidak melebihi-lebihkan ataupun mengurangi keutuhan pribadi sosok seorang Panji Tisna
yang berakhir pada tanggung jawab dihadapan Tuhan.
Anak Agung Panji Tisna wafat setelah melewati ulang tahunnya yang ke 70, tepatnya
tanggal 2 Juni 1978 di peristirahatannya di hotel Tasik Madu, Pantai Kampug Baru,
sekarang Lovina,desa Tukad Cebol -Kecamatan Banjar -Buleleng. Dari rumah duka di
pinggir pantai itu jazad almarhum diantar oleh sanak saudaranya bersama jemaat Gereja ke
pemakaman khusus milik beliau di Bukit Serayanadi yang berjarak kl. 3 kilometer. Upacara
pemakaman dipimpin olehPendeta Dr. I Wayan Mastra MTh.

Disaat beliau mengembuskan nafas terakhir, sanak keluarga berdatangan untuk membantu
segala sesuatunya. Anak Agung Kt Gotama segera membentuk sejenis panitia bertempat di
ruangan Restoran Tasik Madu. Sedangkan A A Gde Jelantik (adik A A Panji Tisna)
bersama anggota Shanti -nya menyanyikan lagu "kakawin" pada malam hari. Dari anggota
gereja di siang hari dengan menyanyikan lagu-lagu gereja.
Putra putri dan sanak keluarga dekat A A Panj Tisna berkumpul di ruang restoran Tasik Madu.
Membelakangi lensa A.A. Dipa Panj Tisna (alm), A A Serayawati, A.A. Gotama dan lainnya.
Pendeta Dr. I Wayan Mastera MTh. dengan A A Ngurah Agung dengan bersama anggota
jemaat Gereja memberikan doa-doa kepada almarhum A. A. Panji Tisna dalam upacara
keberangkatan ke makam.
Dalam foto kiri kelihatan A A Ngurah Sentanu dan foto kanan A A Kt Gotama diantara
putra putri almarhum: A A Gde Oka dan A A Ayu Agetis, saat keberangkatan ke Makam
Serayanadi.
Tampak di depan A A Parwatha dan Gde Astra mengusung peti jenazah. Sedangkan
dijalan telah menunggu pengawalan dengan iring-iringan menuju ke pemakaman yang kl. 3
km ke arah bukit.
Demikianlah akhir perjalanan hidup Anak Agung Panji Tisna. Sosok seorang hamba
Tuhan yang dibentuk oleh tatanan dinastinya, oleh budayanya, oleh jamannya, oleh
lingkungannya, dimana bathinnya yang peka dan bertanggung jawab, bergejolak
mencari pelepasan dari belenggu dunia yang penuh rwa bhineda, konflik yang tak
terelakkan dan berkepanjangan. Sekarang beliau sudah berada di alam langgeng, dimana
beliau telah mendapatkan ketenangan abadi disisi Tuhan.