Sepasang wisatawan dari negeri kincir
angin, Belanda yang akrab dipanggil FIFI
en HANS, menyatakan sangat gembira dan
senang melihat Candi Buddha abad ke 10 di
Kalibukbuk ini. Mereka mengatakan sebagai
penganut Buddha. Setelah itu sempat
meninjau Puri Ayodya, bangunan kuno
yang masih asli dengan arsitektur jaman
kolonial (Belanda)
Dhalia Sutopo Spd. dari Universitas
Sebelas Maret di Solo
dalam mengadakan penelitian sempat
berkunjung ke Candi Buddha Kalibukbuk.
Beberapa keterangan mengenai penemuan
reruntuhan arkeologi tahun 1994 sampai
pada pemugaran Candi Buddha tersebut
disampaikan pengalamannnya sendiri
oleh A A Ngurah Sentanu.
Seorang warga Australia, Mr. Ian (Beli Wayan) Huxley yang sudah lama tinggal di Bali, menyempatkan
diri datang mengunjungi Candi Budha Kalibukbuk. Kedatangannya dengan memapai lempod, membawa
canang-sari dan dupa langsung ke-jeroan ngaturang bakti.
Hari itu Mr Huxley kebetulan bisa bertemu dengan A A Ngurah Sentanu dan mendapat informasi
langsung.